Saturday, July 7, 2007

~* Berwudhu & Tayammum *~


Berwudhu

  • Yang praktis dan mencukupi
  • Yang sebaik-baiknya
  • Hikmah-hikmahnya

Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.


Kegunaan Air Wudhu

  • Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
  • Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
  • Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat.
  • Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat

Alat Yang Dipakai


Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.


Cara-caranya


Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:


  • Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka).
  • Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
  • Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja.
  • Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).

Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.


Berwudhu' yang lebih sempurna


Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:


  1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...
  2. Menghadaplah kearah kiblat
  3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.
  4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.
  5. Berkumur-kumur.
  6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).
  7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.
  8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.
  9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).
  10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'
  11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).
  12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.
  13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca: Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin. "Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci."
  14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.

Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'


  1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.
  2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya).
  3. Bersetubuh.

Air Wudhu


Wudhu merupakan salah satu ibadah yang khas yang dapat dipakai untuk solat, thawaf, hendak tidur, jalan keluar rumah, serta memelihara jiwa dan raga dari berbagai cacat.


Wudhu dengan air bersih dan murni bererti meniti kosmetik tradisional dan anti biotik alamiah, kerana itu, Islam tidak membenarkan berwudhu dengan air musta'mal (air bekas dipakai), air buah-buahan, akar-akaran atau air yang sudah berubah sifat-sifatnya (warna, rasa dan baunya). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahawa wudhu ialah membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga dua siku, menyapu kepala, dan membasuh kaki hingga dua mata kaki yang diawali dengan niat dalam hati.


Almarhum Buya Hamka, melalui bukunya "Lembaga Hidup" menulis tentang wudhu sebab:


"Lima kali sekurang-kurangnya sehari semalam disuruh berwudhu dan solat. Dan meskipun wudhu belum lepas, sunnat pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka, ertinya mencuci mata, hidung, mulut dan lidah, kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata dan makan. Mencuci tangan dengan air, dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang terlanjur berbuat salah. Membasuh kaki, dan lain-lain demikian pula. Mereka perbuat hikmat-hikmat itu, meskipun di dalam hadis dan dalil tidak bertemu, adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, padahal bathinnya masih tetap kotor. Hatinya masih khizit, loba, tamak, rakus, sehingga wudhunya lima kali sehari itu tidak berbekas diterima Allah, dan sembahyangnya tidak menjauhkan dari pada fahsya (keji) dan mungkar (dibenci)".


Penulis "Lembaga Hidup" sengaja merangkaikan keutamaan wudhu dengan masalah kesehatan badan dan kebersihannya, lalu dihubungkan dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w Tulisnya:


"Bukan kita hidup mencari puji, bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga". Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w: "Perbaguslah pakaianmu, perbaiki tunggangan (kenderaan) mu, sehingga kamu laksana sebutir tahi lalat di tengah-tengah pipi, di dalam pergaulan dengan orang banyak".


Allah s.w.t. menurunkan wahyu, memberi hidayah penuntun rohani dan jasmani agar keduanya tetap berfungsi dan terpelihara. Rasulullah s.a.w bersabda:


"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam : "Assalamu'alaikum Dara Qaumin (perkampungan orang mukmin) dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku." Berkata sahabat: "Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? "Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini." Sahabat kembali bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang kini dari ummatmu ya Rasulullah?"


Rasulullah s.a.w. bersabda:


"Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, ditengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?" Para sahabat menjawab : "Benar Ya Rasulullah." "Maka itu ummatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya sebagai bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga Syafa'at)"


Cahaya, Kebersihan dan Kehidupan


Dalam air wudhu yang sakral terdapat cahaya, kebersihan dan kehidupan. Air bekas (mus'tamal) atau tersadur najis, akan menjadi sumber penyakit, buruk bagi fisik, kimia, maupun biologis. Islam pun melarang berwudhu dengan air yang demikian. Air sebagai keperluan vital kehidupan. Al-Qur'an memberi penjelasan bahawa kehidupan dimulai dari air, seperti disebutkan dalam firmannya:


"Dan kami telah menciptakan segala sesuatu yang hidup itu dari air, apakah mereka belum mau juga beriman?" (Al-Anbiya:30).


Hal-hal Yang Tidak Membatalkan Wudhu


Banyak sekali perbuatan yang dikira orang membatalkan wudhu, padahal tidak. Misalnya, seorang pekerja yang berpalitan dengan minyak, mengira air wudhunya sudah rosak dan wudhunya batal, padahal tidak; sementara yang dianggap remeh ternyata justeru membatalkan wudhunya.


Beberapa hal yang tidak membatalkan wudhu antara lain:


  1. Bersentuhan antara lelaki dan wanita, sudah dewasa, tanpa lapis, selama tidak mengandung niat yang nafsu dan tak senonoh. Dalam suatu hadis disebutkan:

    "Aisyah r.a. berkata: Suatu malam aku kehilangan Rasulullah s.a.w. dari tempat tidurku, maka terabalah oleh telapak tanganku pada kedua telapak kakinya yang keduanya dalam keadaan berdiri; dan Rasulullah s.a.w. sedang sujud sambil membaca: Allaahumma innii a'udzu biridhaaka, min sakhatika, wa a'uudzu bimu' aafaatika min uquubatika, wa a'uudzu bika minka laa uhshiitsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnayta 'alaa nafsika." (HR Muslim dan At Turmuzy).

    Yang erti doanya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu, berlindung dibawah naunganMu; ringkasnya aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Tiada terhitung puja-pujiku untukMu. Engkau sebagaimana pujianMu atas diriMu sendiri."

    "Aku tidur dihadapan Rasulullah s.a.w., sedang kakiku berada di arah kiblat. Maka apabila Ia sujud, dirabanya aku dan dipegangnya kakiku". Sementara dalam lafazh yang lain disebutkan :"Maka jika ia akan sujud, kakiku, dirabanya". (HR Bukhary dan Muslim, sumber Aisyah)

  2. Keluar darah dari tempat yang lazim, seperti luka, bukan dari qubul atau dubur.
  3. Kerana muntah
  4. Kerana makan minum. Seperti disebutkan dalam hadits nabi:

    "Manimunah r.a. berkata: "Rasulullah s.a.w. telah makan di rumahnya dengan panggangan kambing, kemudian Rasulullah s.a.w. langsung solat tanpa memperbaharui wudhu." (HR Bukhary dan Muslim).

  5. Terkena segala jenis najis atau kotoran lainnya. Najis tidak menghilangkan wudhu', hanya dia cukup dibersihkan saja.
  6. Tersentuh kemaluan tanpa maksud yang lain. Seperti disebutkan dalam hadis:

    "Bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang orang yang menyentuh kemaluannya, apakah ia wajib berwudhu? Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak, dia adalah sebagian dari tubuhmu sendiri". (HR Lima Ahli Hadits)

Tayammum


"Manakala seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu semua dosa yang dilihat oleh matanya bersama air atau bersama titisan yang terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah (terusir) semua dosa yang tersentuh oleh kedua tangannya bersama air atau bersama-sama dengan titisan terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua kakinya, maka sirnalah semua dosa yang pernah dijalani oleh kakinya bersama air atau bersama titisan air yang terakhir, sehingga keluar (selesailah) dalam keadaan bersih dari dosa-dosa." (Hr Imam Muslim dari Abu Hurairah).


Perosak Tayammum


Tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi. Kerana itu, ia boleh rosak atau batal apabila :


  1. Langsung melihat air dan dapat menggunakannya (khusus bagi mereka yang bertayammum kerana tidak ada air).
  2. Segala sesuatu yang membatalkan wudhu'.

Hal-hal lain yang perlu diketahui ialah:


  1. Satu kali tayammum dapat digunakan untuk beberapa solat atau thawaf, baik yang wajib maupun yang sunat.
  2. Apabila mendapatkan air, padahal solat sudah dikerjakan dengan tayammum, maka solatnya tidak perlu diulangi lagi.

~* Tatacara Shalat *~


Solat Wajib dan Praktiknya


Syarat-syarat Sah Solat
Apabila kita sudah mempunyai air wudhu bererti kita sudah siap untuk mengerjakan solat. Kita boleh solat dimana saja asalkan di tempat suci. Suci disini maksudnya adalah tidak bernajis. Boleh menggunakan alas seperti sajadah atau apa saja yang bersih, sekalipun tidak memakai alas sama sekali, seperti di atas bumi. Meskipun demikian, yang penting dipersiapkan sebagai persyaratan shalat ialah:

  1. Menutup aurat bagi lelaki iaitu antara pusat dengan lutut. Aurat wanita, seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan. Menutup aurat boleh dengan apa saja asal suci, tidak tembus pandang seperti plastik bening atau benda semacam lainnya.
  2. Menghadap ke arah kiblat, yaitu Ka'bah di Makkah. Bila tidak memungkinkan, misalnya di atas kereta api, kapalterbang atau tak diketahui sama sekali, maka hadapkanlah wajah kita ke mana saja yang kita merasa condong bahawa itu adalah kiblat.
  3. Harus mengetahui dengan yakin sudah berada dalam waktu solat yang hendak dikerjakan.
  4. Yakin bahawa badan, pakaian, dan tempat solat suci dari najis.
  5. Suci dari hadas besar dan hadas kecil.

Praktik Solat
Sesudah mempunyai air wudhu' dan siap untuk solat, maka kita segera dapat memulainya dengan urutan sebagai berikut.

  • Berdiri Tegak Lurus
    Berdiri tegak lurus dengan menghadap ke arah kiblat, disertai dengan niat:

    "Usalli fardhu...(Zhuhrii), lillahii ta'ala"
    "Aku solat...(zuhur, misalnya), wajib kerana Allah".

  • Takbiratul Ihram
    Takbiratul Ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sampai menyentuh telinga diiringi dengan membaca:

    Allahhu Akbar
    "Allah Maha Besar" (1x)

    Ucapan Allahhu Akbar disebut Takbiratul Ihram (hukumnya wajib) kemudian pada saat peralihan gerak atau sikap, sangat dianjurkan mengucapkan takbir "Allahhu Akbar". Yang perlu diperhatikan, apabila takbir dilakukan dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya pengucapan takbir ini disertai dengan mengangkat kedua tangan seperti pada sikap takbiratul ihram. Dan apabila perpindahan gerak atau sikap terjadi dalam keadaan duduk, maka ucapan takbir tidak perlu disertai dengan mengangkat kedua tangan. Semua ucapan takbir dalam shalat hukumnya sunnat, kecuali takbir yang pertama yaitu takbiratul ihram.

  • Doa Iftitah
    Selesai membaca takbiratul ihram, tangan langsung disedekapkan ke dada. Yang kanan menghimpit tangan kiri, pergelangan sejajar dengan pergelangan. Kemudian membaca doa iftitah (doa permulaan dan atau doa pembuka) yaitu:

    Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.
    "Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian akau diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri."


    Membaca do'a iftitah hukumnya sunnat." (Selain doa tersebut di atas, masih ada doa'a-do'a iftitah yang lain yang biasa juga dibaca oleh Rasulullah s.a.w.).

    • Ta'awwudz
      Selesai membaca do'a iftitah, lalu membaca "ta'awwudz". Bacaan t'awwudz hukumnya sunnat. Lafazhnya yaitu:

      A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
      Aku berlinding kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk.

    • Al Fatihah
      Seudah ta'awwudz, lalu membaca surah Al Fatihah. membaca surah Al Fatihah pada setiap rakaat solat (wajib/sunnah) hukumnya wajib.

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Alhamdulillaahi rabbil'aalamin
      Arahmaanirrahiim
      Maaliki yawmiddiin
      Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
      Ihdinash shiraathal mustaqiim
      Shirathal ladziina an'amta alaihim
      gahiril maghdhuubi'alaihin waladh dhaalliin
      Aaamiin

      "Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
      Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan Hanya kepada-Mu kami meyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami, ya Allah!"

      Sesudah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua pada solat wajib, kita disunnatkan membaca surah-surah atau ayat yang lain. Pada rakaat selanjutnya yaitu ketiga dan/atau keempat, kita hanya diwajibkan membaca Al Fatihah saja, sedangkan pembacaan surah atau ayat lainnya tidak diwajibkan. Surah-surah atau ayat-ayat Al Quran yang diinginkan dapat saja kita pilih diantara sekian banyak surah dari Al Quran. Sebaiknya usahakanlah tetap membaca surah atau beberapa ayat Al Quran sesudah al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua (pada solat wajib) misalnya:


      Wal ashri innal insaana lafii khusrin illaladziina 'aamanu wa'amilus shaalihaati watawaashaw bil haqqi watawaashaw bis shabri (QS)

      "Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang berwasiat pada jalan kebenaran dan mereka yang berwasiat pada ketabahan."

    • Ruku’
      Di dalam ruku membaca :

      1. Subhaana rabbiyal azhim (3x)
        "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung"
      2. Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii
        "Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku"

      *Boleh dipilih salah satu di antara kedua do'a tersebut.


    • I'tidal
      I'tidal atau bangun dari ruku seraya mengangkat kedua tangan membaca:

      Sami'allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu.
      "Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji."

      Bagi orang yang telah lancar bacaannya, maka pujian bangun dari ruku dapat diperpanjang dengan:

      Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi'ta min sya-in ba'du
      "Untuk-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki"

    • Sujud Pertama
      Bacaan dalam sujud:

      Subhaana rabbiyal a'la (3x)
      "Maha suci Tuhanku Yang Maha Tinggi"

      Atau boleh juga membaca pujian seperti pujian No. 2 dalam ruku yaitu:

      Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii
      "Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku"

    • Duduk Diantara Dua Sujud
      Ketika duduk diantara dua sujud membaca:

      Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii
      "Ya Allah, ampunilah hamba, kasihanilah hamba, cukupilah hamba, tunjukilah hamba, dan berilah hamba rizki."

      Atau boleh juga membaca:

      Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'afinii, wa'fu'annii.
      "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, ber rizqilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku."

    • Sujud Kedua
      Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:

      Subhaana rabbiyal a'la (3x)
      "Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi"

      Bacaan-bacaan dalam ruku, i'tidal, sujud, dan ketika duduk diantara dua sujud dalam solat, semuanya sunat (tidak wajib) yang amat dianjurkan.

    • Berdiri Pada Rakaat Kedua
      Sikap berdiri pada rakaat kedua sama dengan sikap berdiri pada rakaat pertama, yaitu dengan bersedekap tangan ke dada, yang kanan di atas yang kiri. Mulai dengan membaca ta'awwudz:

      A'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim
      "Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan syaithan yang terkutuk."

      Kemudian diteruskan dengan membaca surah Al-Fatihah. Sesudah membaca Al-Fatihah, kembali pada rakaat kedua ini dianjurkan untuk membaca pula satu surah atau beberapa surah atau ayat-ayat suci Al Quran. Kemudian kembali melakukan ruku.

    • Ruku' di Rakaat Kedua
      Sikap dan bacaan ruku di rakaat kedua ini sama dengan sikap dan bacaan pada ruku di rakaat pertama.

    • Bangun dari Ruku'
      Sama dengan I'tidal pada rakaat pertama, bangkit serta mengangkat kedua tangan seraya membaca do'a i'tidal.

    • Sujud Pertama pada Rakaat Kedua
      Bacaan di dalam sujud ini sama dengan bacaan pada sujud di rakaat pertama.

    • Duduk Diantara Dua Sujud
      Bacaan doa ketika duduk diantara dua sujud pada rakaat kedua sama dengan bacaan pada rakaat pertama.

    • Sujud Kedua Pada Rakaat Kedua
      Sikap dan bacaan pada sujud kedua pada rakaat kedua sama juga dengan sikap dan bacaan pada sujud-sujud sebelumnya.

    • Duduk Tahiyyat
      Sikap duduk pada tahiyyat pertama (Tawarruk, keadaannya sama ketika duduk antara dua sujud menduduki kaki kiri, sedang kaki kanan tegak dengan jarijari kaki menghadap kiblat). Lain dengan sikap duduk pada tahiyyat kedua atau tahiyyat akhir (ifti-rasy, kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki menghadap ke arah kiblat).

      Bacaan ketika tahiyyat ialah:

      At tahiyyaatu lillaah, wash shalawaatu waththayibaatu
      "Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do'a dan semua yang baik-baik."

      Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh
      "Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya."

      Assalaamu'alainaa wa'ala ibaadillahis shaalihiin
      "Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh"
      Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh
      "Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahawa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

      Contoh di atas adalah praktek solat subuh 2 rakaat. Bila Anda solat Maghrib 3 rakaat, maka bacaan tahiyyat pertama rakaat kedua cukup samapai pada "Allaahumma shalli 'alaa Muhammad" dan akhir rakaat ketiga bacaan tahiyyat dibaca dengan sempurna samapi "hamiidun majiid". Setelah itu memberi salam.

      Bila anda solat 4 rakaat, yaitu Zohur, Ashar, atau Isya, maka akhir rakaat kedua persis sama dengan akhir rakaat kedua solat Maghrib. Pada akhir rakaat ketiga, tak ada tahiyyat, dan pada akhir rakaat keempat barulah anda sempurnakan bacaan tahiyyat hingga "hamiidun majiid", lalu memberi salam sebagai akhir dari shalat.

      Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa'alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibrahim, wa baarik 'alaa Muhammadin, kama baarakta 'alaa Ibrahiima wa'alaa aali Ibraahima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid.
      "Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia."

    • Memberi Salam
      Menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah selesai tahiyyat, anda memberi salam dengan membaca:

      Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
      "Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya."

      Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


    Perhatian:

    Ketika membaca tasyahhud (asyhadu..) dalam tahiyyat, telunjuk kanan digerakkan ke atas bagai meyakinkan bahawa Allah itu hanya Esa.

    ~* Bacaan-bacaan Sesudah Solat *~


    Perlu diketahui bahawa semua bacaan (dzikir dan do'a) sesudah solat, hukumnya adalah sunat yang dianjurkan (sunnat muakkad), bukan wajib.


    Bacaan dzikir dan doa tersebut antara lain:


    1. Astaghfirullaahal 'azhiim (3x)
    "Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung"


    2. Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
    "Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Berkat Engkau ya Allah, yang memiliki kemegahan dan kemuliaan"


    3. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syain qadiir
    "Tidak ada Tuhan selain Allah saja, Dia Sendiri-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-Nya."


    4. Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita walaa mu'thiya limaa mana 'ta walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu
    "Ya Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula sesuatu yang dapat memberi apa-apa yang Engkau larang, dan tak ada manfaat kekayaan bagi yang mempunyai, kebesaran bagi yang dimilikinya, kecuali kekayaan dan kebesaran yang datang bersama redha-Mu."


    5. Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, yaitu:


    • Subhaanalaah (33x)
      "Maha Suci Allah"
    • Alhamdulillaah (33x)
      "Maha terpuji Allah"
    • Allaahu Akbar (33x)
      "Allah Maha Besar"
    • La ilaaha illallaahu wahdaahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qadiir (1x) "Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala-galanya."

    6. Surah Al Ikhlas dan surah Al Mu'awwidzatain (yaitu surah Al Falaq dan An-Nas)


    • Surah Al Ikhlash: Qul huwallaahu ahad ("Katakanlah : Allah itu Esa!") Allaahush shamad ("Allah tempat meminta") Lam yalid walam yualad ("Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan") Wa lam yakun lahu kufuwan ahad ("Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya")
    • Surat Al Falaq
    • Surah An Nas

    7. Ayatul Kursiy (Surah Al Baqarah 255)


    Allaahu la ilaaha illa huwal hayyul Qayyum, la ta 'khudzuhu sinatun walaa naumun lahu maa fissamaawaati wama fil ardhi, man dzal ladziiyasy fa 'u 'indahu illaa biidznih, ya 'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, walaayuhiithuuna bisyai-in min'ilhimi illaa bimaa syaa-a, wasi'a kursiyuhus samaawaati wal ardhi, walaa yauuduhu hifzuhumaa wa huwal'aliyuul 'azhiim.


    "Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tertidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kerajaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."


    Dzikir-dzikir tersebut di atas boleh biasa digunakan setelah melakukan sOlat fardhu, atau dipilih beberapa diantaranya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Atau, boleh juga dzikir-dzikir yang lain, asalkan sesuai dengan malan Rasulullah SAW.


    8. Do'a-do'a Sesudah Solat


    • Allaahumma innii as-alukal jannah, Allahumma ajirnii minannaar (7x)
      "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu, ya Allah, bebaskan aku dari siksa neraka."
    • Allaahumma ashlih lii diiniyallati huwa 'ishamatu amrii, wa ashlih lii dunyayallatii ja'alta fiihaa ma'assyii
      "Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang padanya Engkau jadikan penghidupanku."
    • Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri, Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.
      "Ya Allah, afiatkanlah badanku. Ya Allah, 'afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah, 'afiatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur, tidak ada Tuhan selain Engkau."
    • Allaahumma inni a'uudzu bika minal bukhli, wa a'uudzu bika minal jubni, wa a'uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil 'umur, wa a'uudzu bika min fitnatid dunya, wa a'uudzu bika min 'adzaa bil qabri.
      "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan. Aku berlindung kepada-Mu dari seburuk-buruk usia. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana dunia. Dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur."
    • Allaahummaghfirli dzunuubii wa khathaayaayaa kullaahaa. Allaahumma 'isynii, wajburnii, wahdinii liahsanil a'maali wal akhlaaqi, innahu laa yahdi li ahsanihaa illa anta, washrif 'annii sayyi-ahaa innahu laa yashrifu sayyiahaa illa anta.
      "Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahanku. Ya Allah, segarkanlah badanku, cukupilah aku, dan tuntunlah aku sebaik-baik amal dan akhlak, sesungguhnya tidak ada yang dapat menuntun kepada yang terbaik melainkan hanya Engkau, dan hindarkanlah aku dari seburuk-buruk amal, kerana sesungguhnya tidak ada yang dapat menghindarkanku dari seburuk-buruknya melainkan hanya Engkau."
    • Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika
      "Ya Allah yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hatiku dalam memeluk agama-Mu."

    Doa-doa di atas boleh dibaca semuanya sesudah solat, atau dipilih di antara doa yang disukai dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Boleh juga membaca doa-doa yang lain, tentunya doa yang terbaik ialah yang berasal dari Nabi Muhammad s.a.w. atau dari para Nabi Allah yang lain. Bila ada keperluan dengan suatu hajat kepada Allah s.w.t. dan anda tidak mengerti doa aslinya, maka tidak ada salahnya berdoa dengan bahasa yang difahami sendiri. Sebaiknya setiap berdoa jangan meninggalkan kesempatan buat mendoakan ibu dan bapa kita sebagai orang tua yang patut dihormati:


    Rabbighfirlii wa liwaalidayyaa warhamnii warhamhumaakamaa rabbayaanii shaghiira.
    "Ya Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah aku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil."


    Dianjurkan pula memintakan ampun bagi para sahabat, kaum keluarga serta kaum muslimin dan muslimat, khususnya orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita. Lebih lanjut, Nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan supaya kita membaca doa sesudah tahiyyat sebelum salam, yang berbunyi:


    Allaahummaghfirlii maa qaddamtu wama akhkharartu wa anta'alamu bihi minnii, antal muqaadimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
    "Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dan apa-apa yang aku rahsiakan dan yang aku nyatakan. Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah yang terdahulu dan Engkaulah yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau."


    Dianjurkan sebagaimana diajarkan Rasulullah s.a.w. kepada Abdullah bin Mas'ud, supaya sesudah tahiyyat dan sebelum salam meminta kebajikan dunia dan akhirat

    ~* Solat Sunat Hajat *~


    Solat hajat dilakukan untuk memperkuat cita-cita seseorang atau sekelompok orang. Solat hajat boleh dikerjakan siang maupun malam hari. Malam hari, waktu tengah malam, suasana lebih berkesan, lebih khusyu, sunyi dari segala hingar bingar kehidupan. Ia boleh juga dikerjakan siang hari, istimewa bagi seseorang yang memang sedang memerlukan bantuan .

    Solat hajat boleh dikerjakan dua rakaat dan boleh pula lebih. Pada halaman ini akan ditampilkan solat hajat yang berjumlah 12 rakaat.

    Lafaz Niat Solat Sunnat Hajat

    Maksudnya:
    "Sahaja aku sembahyang sunnat hajat dua rakaat kerana Allah Ta'ala"


    Tersebut dalam buku Tuhfatudz Dzaakirin karangan Imam Al Ghazali, bahwa Rasulullah s.a.w. menerangkan :

    "Engkau solatlah dua belas rakaat siang atau malam, dan setiap dua rakaat bacalah Tasyahud (Tahiyat dengan dua kalimah syahadat). Ketika engkau duduk yang terakhir dalam solat itu panjatkanlah puja puji kepada Allah Ta'ala, lalu selawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan kemudian bacalah takbir lalu sujud. Di dalam sujud itu bacalah olehmu: Surah Al Fatihah 7 kali, Ayat Al Kursi 7 kali, Surah Al Ikhlas 7 kali, dan lanjutkanlah dengan tahlil 10 kali".


    Lafazh tahlil tersebut ialah:
    Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa alaa kulli syai-in qadiir

    "Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri-Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya lah kekuasaan dan miliknya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala-galanya"


    Setelah itu lanjutkan dengan membaca doa berikut ini:
    Allaahumma innii as aluka bima aaqidil azzi min arsyika wa muntahar rahmati min kitaabika, wasmikal a'zhami, wajaddikal a'laa, wa kalimaatikat tammah.

    "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kedudukan yang amat tinggi, rahmat serta anugerah yang tiada henti-hentinya dari ketentuan-Mu, dan dengan nama-Mu yang Maha Agung, dan kebesaran-Mu yang amat tinggi, serta firman-Mu yang Maha Sempurna".


    Setelah selesai membaca doa, bermohonlah kehadirat-Nya segala sesuatu yang engkau kehendaki; baik kebajikan dunia maupun kebajikan akhirat.Kemudian duduk kembali dan mengucapkan salam.

    Doa Solat Hajat

    Maksudnya:
    "Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Halim (Tidak segera menurunkan seksa) lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah Tuhan (Yang Memelihara) arash yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Aku memohon kepadaMu kepastian rahmatMu kepastian maghfirahMu, kemenangan dari tiap-tiap kebaikan selamat dari dosa.
    (Ya Allah) jangan engkau biarkan diriku berdosa melainkan Engkau ampuni, tiada ada kesusahan melainkan Engkau bukakan jalan keluar dan tiada sesuatu yang Engkau redhai melainkan Engkau luluskan, Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang."
    HR Turmuzi dan Ibn Majah.


    Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad shahih dari Abu Dardak bahawa Nabi saw bersabda:

    "Barangsiapa berwudhuk dan menyempurnakannya, kemudian bersembahyang dua rakaat dengan sempurna, maka dia diberi Allah apa saja yang diminta baik cepat ataupun lambat."

    ~* Solat Sunat Tahajjud *~


    Solat Sunat Tahajjud
    Solat Tahajjud ialah solat malam, atau biasa disebut Shalatul Lail. Waktunya lewat tengah malam, dan sebaiknya dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu. Bilangan rakaatnya sebelas rakaat; yakni 8 rakaat + 3 rakaat sunnat witir. Tetapi, jumlah rakaat solat tidak ada ketentuan yang pasti, tetapi sekurang-kurangnya dua rakaat.
  • Tahajjud dapat dikerjakan 2x4 rakaat, yaitu setiap 4 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan witir 3 rakaat 1 salam.

  • Atau dengan cara 4x2 rakaat, yaitu setiap 2 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan 3 rakaat witir 1 kali salam.


  • Lafaz Niat Solat Sunat Tahajjud

    Maksudnya:
    "Sahaja aku sembahyang sunat tahajjud dua rakaat kerana Allah Ta'ala"


    Ayat-ayat yang dibaca sesudah Al Fatihah boleh dipilih sendiri. Biasanya ayat-ayat yang dipahami maknanya akan lebih berkesan dan mudah dihafal. Bagi yang belum hafal, dapat membaca pada rakaat pertama surat Al Ashar serta Al Kautsar; atau ayat-ayat pendek lainnya.

    Doa Solat Tahajjud

    Maksudnya:
    "Ya Allah, bagiMu segala puji. Engkau penegak langit dan bumi dan segala isinya. BagiMulah segala puji'. Bagimu kerjaan langit dan bumi serta isinya. Dan bagiMulah segala puji cahaya bagi langit dan bumi, Engkaulah yang hak, dan janjiMu adalah hak, dan syurga adalah hak, dan neraka adalah hak, dan nabi-nabi itu adalah hak, dan nabi Muhammad saw, adalah hak, dan saat hari kiamat itu adalah hak, ya Allah, kepadaMulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan yang belum kami lakukan, baik yang kami sembunyikan mahupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melainkan Engkau. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah."


    Melalui solat malam, seseorang dapat meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah s.w.t..

    Firman Allah s.w.t.:
    "Dan pada sebagian malam tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji". (Al Isra : 79).

    ~* Solat Ied (Idul Fitri/Adha) *~


    Islam memiliki dua hari raya iaitu Hari raya Fitri 1 Syawal dan Ied Adha 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji).

    Cara mengerjakannya hampir sama dengan solat Jum'at yaitu dua rakaat. Bedanya, pada solat Ied, takbir awal pada rakaat pertama sebanyak 7 kali, dan takbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, dan khutbah Ied dilakukan sesudah shalat.

    Solat Ied & Idul Adha :
     Sebaiknya dilakukan di lapangan terbuka
     Disunatkan makan/minum sekedarnya menjelang pergi ke tempat solat. (Kebalikan dari Ied Adha: menahan makan sampai turun khatib dari khutbah)
     Disunatkan pergi dan pulang dari solat Ied menempuh jalan yang berbeza
     Tak ada solat sunnat yang mendahului atau yang mengiringi solat Ied.
     Bagi mereka yang mengerjakan solat Ied di lapangan baginya tidak ada solat sunnat Tahiyatul Masjid.


    Bacaan setiap sesudah takbir
    Subhaanallaah wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
    "Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah itu Maha Besar"

    Sunnat memperbanyak lafaz takbir pada malam dan sepanjang Hari Raya Fitri. Pada Ied Adha, lafaz takbir hanya dikumandangkan pada malam dan paginya menjelang usai khutbah. Waktu-waktu berikutnya dilakukan pada kesempatan solat fardhu termasuk pada hari-hari Tasyriq. Lafazh berbunyi:

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar allaahu akbar walillaahil hamd. Allahu akbar kabiira walhamdulillahi katsiira wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun.

    "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji, Allah Maha Besar, Maha Agung, dan segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah pagi dan petang, tidak ada Tuhan selain Allah sendiri saja, Maha Benar Janji-Nya, Maha Penolong akan hamba-Nya, dan menghalau pasukan-pasukan musuh sendiri-Nya saja. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya saja, mengikhlaskan agama bagi-Nya sekalipun tidak disukai orang-orang kafir ".

    Bagi mereka yang terlambat tiba di tempat solat dan mendapati imam sedang solat, ia jangan berbalik pulang, tetapi bergabunglah dan ikutilah, kemudian tambahilah sebanyak rakaat yang tertinggal.

    Apabila mereka mendapati jamaah telah selesai solat, maka kerjakanlah solat Ied sebanyak dua rakaat; jangan ragu, jangan malu dan kerjakanlah hingga selesai. Bila selesai solat Ied duduklah dan dengarlah khutbah dengan khidmat.

    Disunnatkan mendengar khutbah dengan khidmat dan jangan meninggalkan lapangan sebelum khatib turun dari mimbar, kecuali kerana hal-hal yang sangat memaksa. Bagi kaum wanita yang dalam keadaan haid, mereka dianjurkan ikut ke lapangan, ambil tempat di bagian pinggir, lalu mendengar khutbah, demi syiarnya Islam.

    Bacaan setiap sesudah takbir berbunyi:
    "Subhaanallaah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar"
    "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

    ~* Solat Tarawih *~


    Solat Tarawih dalam bulan Ramadhan ialah solat Tahajjud atau shalatul lail yang dilakukan pada malam-malam bulan lainnya. Sesudah membaca Al Fatihah pada setiap rakaat, lalu membaca ayat-ayat atau surah dari Al Quran . Bilangan rakaat shalat Tarawih sesuai sunnah Rasulullah s a.w. ialah 11 rakaat; terdiri dari 8 rakaat solat Tarawih dan 3 rakaat solat Witir. Sementara Umar bin Khatab r.a. mengerjakannya 20 rakaat dengan ditambah witir 3 rakaat. Solat tarawih termasuk sunnah muakkad, boleh dikerjakan dengan berjamaah boleh juga sendiri.

    Menurut pendapat Al Ghazali, dalam bukunya "Rahsia-rahsia Shalat", walaupun dapat dikerjalan sendiri tanpa berjemaah, solat Tarawih yang dilakukan secara berjemaah lebih afdhal, sama seperti pendapat Umar r.a., mengingat bahawa sebagian solat nawafil telah disyariatkan dalam jemaah, maka yang ini pun pantas dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Sedangkan alasan kekhawatiran timbulnya riya bila berjemaah, atau pun kemalasan bila sendirian, sudah jelas menyimpang dari tujuan keutamaan berkumpul dalam suatu jemaah. Barangkali, orang yang berpegang pada alasan tersebut ingin berkata bahawa melakukan solat lebih baik daripada meninggalkannya kerana malas, dan bahawa kemalasan (bila sendirian) lebih baik daripada riya (jika solat jamaah). Demikian menurut Al Gazhali.

    Cara Mengerjakan
    2x4 rakaat + Witir, yaitu setiap 4 rakaat 1 kali salam, ditambah dengan witir 3 rakaat 1 kali salam.
    4x2 rakaat + 3 rakaat witir, yaitu setiap 2 rakaat 1 kali salam, ditambah dengan witir 3 rakaat 1 kali salam.


    Waktu solat Tarawih ialah sejak selesai solat Isya hingga terbit fajar

  • Hadis riwayat Muslim: Dari Abu Hurairah Radiallahu 'anhu bahawa Rasulullah telah bersabda:

  • "Barangsiapa yang mendirikan solattarawih pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka Allah mengampunkan segala dosanya yang telah lalu"


  • Hukum tarawih adalah sunat muakkad, sebaiknya berjemaah.

  • Waktu solat adalah selepas fardhu Isyak.
  • Jumlah rakaat pada zaman Rasulullah adalah 8 tetapi Khalifah Omar Al-Khattab menambahkan lagi bilangannya menjadi 20. Pada umumnya masyarakat Islam di Malaysia mendirikan sebanyak 20 rakaat. Solat tarawih dilakukan dua rakaat pada setiap takbiratul-ihram.

  • Niat solat jika makmum adalah "Sengaja aku bersolat (atau sembahyang) sunat tarawih dua rakaat mengikut imam kerana Allah Ta'ala". Lafaz niatnya adalah

  • "Ussali sunatat tarawih raka'ataini makmuman (ma'munatan bagi perempuan) lillahi ta'ala"


  • Rukun sembahyang adalah serupa dengan rukun solat yang lain.

  • Bacaan-bacaan sunat sebelum dan/atau selepas tiap-tiap dua rakaat tarawih dan/atau witir:-

  • (i) Bila Bilal menyebut:



    "Subhanallahi wal hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar wa la haula wala quata illa billahil 'aliyil 'adzim". dan "Allahumma salli 'ala muhammad" atau "Allahumma salli 'ala saiyidina wa syafi 'ina wa dzukhrina wa maulana muhammad"


    (ii) Ramai menyahut:



    p>"Sallahu was salama 'alaih".


    (iii) Bila Bilal menyebut:



    "Solatut tarawihi min qiyami syahri ramadhana athabakumullah"


    (iv) Ramai menyahut:



    "Assalatu la ilaha illallah"


    (v) Bila Bilal menyebut:



    "Fadhlan minallahi wa ni'mah"


    (vi) Ramai menyahut:



    "Wa maghfiratan wa rahmah, La ilaha illallahu wahdahu La syarika lah, Lahulmulku wa huwa 'ala kulli syai in qadir"


    (vii) Bila Bilal menyebut:



    "Albadrul muniru muhammad"


    (viii) Ramai menyahut:



    "Sollu 'alaih"


    (ix) Bila Bilal menyebut:



    "Subhanal malikil ma'bud"


    (x) Ramai menyahut :



    "Subhanal malikil maujud, subhanal malikil haiyilladzi la yanamu wa la yamutu wa la yafutu abada, subbuhul quddus, rabbana wa rabbul malaikati warruh, subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar, wa la haula wa la quata illa billahil 'aliyil adzim"


    (xi) Bila Bilal menyebut:



    "Alkhalifatul awwal amirul mu'minin saiyidina abu bakris siddiq"



    "Alkhalifatuth- thani amirul mu'minin saiyidina 'umarubnil khattab"


    atau



    "Alkhalifatuth thalathu amirul mu'minin saiyidina 'uthmanabni 'affan"

    (xii) Ramai menyahut:



    "Radhiallahu 'anh"


    (xiii) Bila Bilal menyebut:



    "Alkhalifatur rabi' amirul mu'minin saiyidina 'aliyubni abi taliban"


    (xiv) Ramai menyahut:



    "Karamallahu wajhah"


    (xv) Bila Bilal menyebut:


    p>"Autiru wa majjidu wa 'adzdzamu (waqnutu) syahrakum syahras siyami rahimakumullah"


    .....selepas tarawih untuk memaklumkan sembahyang witir.


    (xvi) Ramai menyahut:



    "Assalatu La ilaha illallah"



  • Niat witir adalah

  • "Sengaja aku sembahyang sunat witir dua rakaat mengikut imam kerana Allah Ta'ala"


    Lafaznya ialah



    "Ussalli sunnatal witri rak'ataini ma'muman (ma'mumatan jika perempuam) lillahi ta'ala" ....bagi dua rakaat yang pertama.


    Dan


    "Sengaja aku sembahyang sunat witir satu rakaat mengikut imam kerana Allah Ta'ala"


    Lafaznya ialah



    "Ussalli sunnatal witri raka'atan ma'muman (ma'mumatan bagi perempuan) lillahi ta'ala"....bagi sembahyang terakhir.



  • Jika melakukan tarawih lapan rakaat sahaja, lazimnya sembahyang witir dibuat dalam tiga rakaat dengan satu salam sahaja. Niatnya

  • "Sengaja aku sembahyang sunat witir tiga rakaat kerana Allah Ta'ala"


    Sisipkan 'mengikut imam' jika makmum. Lafaznya adalah


    "Ussalli sunnatal witri thalatha raka'atin (ma'muman atau ma'mumatan jika mengikut imam) lillahi ta'ala"


  • Pada malam keenambelas Ramadhan disunatkan membaca qunut (seperti qunut subuh) pada rakaat terakhir dan disunatkan sujud sahwi jika meninggalkannya.

  • Tahlil beramai-ramai selepas sembahyang witir adalah:


  • "Ya latifu kafi, ya hafidzu ya syafi" (2x)


    dan


    "ya latifu ya wafi ya karimu antallah"


    disambung dengan beberapa kali


    "La ilaha illallahu la ilaha illallah"


  • Pedoman ini diharap dapat membantu pembaca budiman. Sebutan-sebutan bahasa Arab dialih-hurufkan sedekat mungkin dengan sebutan lazim bacaan rumi. Tetapi perbezaan artikulasi huruf sebutan, harakat dsb. hendaklah dirujuk kepada buku atau orang yang mahir dalam sebutan asalnya.

  • Niatlah puasa bagi hari berikutnya (jika bukan 1 syawal)
  • "Sengaja aku berpuasa besok dalam bulan Ramadhan kerana Allah Ta'ala"


    dan lafaznya


    "Nawaitu sauma ghadin 'an ramadhana lillahi ta'ala"

    ~* Why Do Muslims Fast In Ramadan? *~

    What is Fasting (Sawm)? Sawm (Arabic: صوم) is an Arabic word for fasting regulated by Islamic jurisprudence. In the terminology of Islamic l...