Sunday, March 29, 2009

~* Jangan Bersedih, Tuhan Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat *~


TIDAKKAH cukup melegakan dada anda, menghilangkan kesedihan dan ketakutan anda, serta membahagiakan diri anda dengan firman Allah di dalam surah Az-Zumar, ayat 53:


“Katakanlah : Hai hamba-hambaKu yang melapmaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”


Allah menyapa orang-orang yang melampaui batas dengan kalimah:


“Ya ‘ibaadii (Wahai hamba-hambaKu).”


Adapun tujuannya, tidak lain adalah untuk menyatukan hati para hambaNya dan menyentuh perasaan mereka agar mendengarkan ayat tersebut dengan baik. Allah mengkhususkan panggilanNya itu untuk orang-orang yang melampaui batas kerana mereka merupakan golongan manusia yang paling banyak melakukan dosa dan kesalahan. Maka, bagaimana pula panggilan terhadap orang selain mereka yang juga sering melakukan kesalahan dan dosa?


Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang hambaNya daripada berputus asa dalam memohon ampunan Allah . Allah mengkhabarkan pula bahawa Dia akan mengampuni semua dosa siapa saja yang bertaubat kepadaNya, baik dosa yang dikerjakan secara samara-samar mahupun yang terang-terangan.


Seterusnya, Allah menyifati dirinya dengan dhamir mu’akkad (kata ganti untuk penegasan) dan “al” (lam ta’rif) yang menunjukkan kesempurnaan sifat, ketika Dia berfirman: Tidakkah anda merasa gembira dan bahagia dengan firman Allah :


“Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak akan meneruskan perbuatan keji itu, sedangkan mereka mengetahui.” (Surah Ali-‘Imran : Ayat 135)


Dan juga firmanNya:


“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah , nescaya dia mendapati Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (Surah An-Nisa’: Ayat 110)


FirmanNya yang lain:


“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, nescaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu) yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga).” (Surah An’Nisa’: Ayat 31)


FirmanNya yang lain:


“…sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Surah An-Nisa’: Ayat 64)


“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman, beramal soleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Surah Thaha: Ayat 82)


Tatkala Nabi Musa ‘Alaihissalam secara tidak sengaja membunuh seseorang, maka dia berkata:


“…Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, kerana itu ampunilah aku.” (Surah Al-Qashash: Ayat 16)


Juga firman Allah yang menjelaskan tentang Nabi Daud ‘Alaihissalam setelah menyatakan taubatnya dan Allah mengampuninya:


“Maka Kami ampuni baginya kesalahan itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang sangat dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.” (Surah Shad: Ayat 25)


Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengasih dan Maha Mulia! Bagaimana tidak, Dia masih menawarkan rahmat dan magfirahNya kepada orang-orang yang mereka yakini triniti (Allah itu salah satu dari Tuhan yang tiga). Firman Allah tentang mereka:


“Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan :’ Bahawasanya Allah adalah salah satu daripada yang tiga’, padahal sekali-kali tidak tidak ada llah lain selain Allah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya! Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Al-Ma’idah: Ayat 73-74)


Dalam sebuah hadith shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


Allah berfirman: “Wahai anak Adam, selama kalian mahu memohon dan mengharapkan (keampunanKu), tentu akan Aku ampuni semua dosa-dosa kalian dan Aku tidak peduli (meskipun dosa kalian banyak). Wahai anak Adam, sekalipun dosa-dosa kalian menupuk setinggi langit, kemudian kalian memohon ampunanKu, tentu akan Aku ampuni dosa kalian dan tidak Aku pedulikan (meskipun dosa yang kalian kerjakan itu dosa besar). Wahai anak Adam, sekiranya kalian datang kepadaKu dengan dosa sepenuh isi bumi, kemudian kalian mati dengan tidak menyekutukanKu dengan apapun, Aku akan memberikan ampunan sepenuh isi bumi kepada kalian.”


Dalam sebuah hadith shahih yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


“Sesungguhnya Allah membuka tanganNya pada waktu tengah malam untuk menerima taubat orang pada siang hari dan membuka tanganNya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang melakukan dosa pada malam hari, sehingga matahari terbit dari sebelah barat.”


Dalam sebuah hadith qudsi disebutkan:


“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berbuat dosa, baik pada malam hari mahupun siang hari, sedang Aku mengampuni semua dosa-dosa iti. Oleh kerana itu, mohonlah ampunan kepadaKu, nescaya akan Aku ampuni kalian.”


Dalam sebuah hadith shahih yang lain disebutkan:


“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, nescaya Allah akan mematikan kalian dan menggantikan dengan kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah pun mengampunkan mereka.”


“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, sungguh aku khuatir kalian akan melakukan hal yang lebih berbahaya daripada sekadar dosa, iaitu ujub (kesombongan).”


Juga disebutkan dalam hadith shahih yang lain:


“Semua orang di antara kalian pasti pernah melakukan dosa dan sebaik-baik orang melakukan dosa adalah mereka yang mahu bertaubat.”


Pada kesempatan yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:


“Sungguh Allah sangat senang dengan taubat hambaNya ketika dia bertaubat kepadaNya. Bahkan lebih senang daripada seseorang yang kehilangan untanya di tengah gurun pasir, sedangkan di atas unta itulah terdapat segala perbekalan makanan dan minuman sehingga ia merasa putus asa. Selanjutnya, dia menuju sepohon dan berbaring lesu dalam naungan rendangnya. Dia merasa putus asa dengan untanya. Ketika dia merenungi nasibnya, tiba-tiba untanya telah berdiri dekatnya dan segeralah ia meraih tali kekangnya. Bersangatlah gembira dia berkata; “Ya Allah, Engkau adalah hambaKu dan aku adalah Tuhanmu!’ bersangatan gembiranya, dia sampai salah ucap seperti itu.”


Dalam riwayat shahih yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


“Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan dosa, kemudian berkata: ‘Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau.’ Setelah itu kembali malakukan dosa dan berkata: ‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau’, kemudian dia melakukan dosa, lalu berkata: : ‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau’, maka Allah berfirman: “HambaKu tahu bahawa dirinya mempunyai Tuhan yang boleh menyeksa hambaNya kerana berbuat dosa atau mengampuni dosa hambaNya, maka silakan hambaKu melakukan apa yang dia sukai.”


..Maksud semua hadith ini bahawa Allah akan mengampuninya selama hamba itu bertaubat, meminta ampun dan menyesali perbuatannya..

~* Jangan Bersedih.. Setiap Sesuatu Telah Ada Qadha dan Qadarnya *~


Segala sesuatu itu akan terjadi sesuai dengan ketentuan qadha dan qadar. Ini merupakan keyakinan orang-orang Islam dan para pengikut setia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.


Tiada sesuatu pun yang terjadi di dalam dunia ini, kecuali dengan sepengetahuan Allah , izinNya dan ketentuanNya.


Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Loh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah .” (Surah Al-Hadid: Ayat 22)


“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Surah Al-Qamar: Ayat 49)


“Dan, sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan. Kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: Ayat 155)


Dalam sebuah hadith disebutkan:


“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin! Semua urusannya mengandungi kabajikan baginya dan hal ini tidak berlaku bagi seorang pun, kecuali orang mukmin. Jika mendapat kegembiraan, ia bersyukur, maka ini baik baginya; dan jika ditimpa musibah, ia bersabar, maka ini pun baik baginya.”


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:


“Bila kamu hendak meminta, mintalah kepada Allah . Bila kamu hendak meminta tolong, mintalah pertolongan kepada Allah . Ketahuilah, sekiranya seluruh manusia berkumpul untuk mendatangkan suatu manfaat kepadamu, nescaya mereka tidak dapat melakukannya, kecuali jika Allah telah menetapkan untukmu; dan sekiranya mereka berkumpul untuk dapat mendatangkan suatu mudarat kepadamu, nescaya tidak dapat melakukannya, kecuali jika Allah telah menetapkan untukmu pena telah diangkat dan lembaran telah mengering.”


Dalam sebuah hadith shahih yang lain disebutkan:


“ Ketahuilah bahawa semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah bakal mengenaimu, pasti tidak akan meleset darimu; dan semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah bakal meleset darimu, pasti tidak akan mengenaimu.”


Juga diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:


“ Wahai Abu Hurairah, apa pun yang engkau temui, tinta (dakwat) telah mengering.” Baginda juga bersabda: “Segeralah melakukan hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Allah dan janganlah bersikap lemah. Jika kamu ditimpa musibah, janganlah berkata: ‘jikalau aku melakukan begini, tentu akan begini dan begitu’ ; tetapi katakanlah: ‘Apa yang telah ditakdirkan dan dikehendaki Allah , pasti terjadi.”


Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, baginda bersabda:


“Allah tidak menerapkan qadha’ bagi seorang hamba, kecuali qadha’ itu baik bagi dirinya.”


Pernah sebuah pertanyaan tentang kemaksiatan dilontarkan kepada Syeikhul Islam Idnu Taimiyyah: “Apakah maksiat itu baik bagi seorang hamba?” dia menjawab: “Ya! Namun dengan demikian syarat dia harus menyesali, bertaubat, beristigfar dan menghentikan perbuatan itu.”


Allah berfirman:


“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bole jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah Al-Baqarah: Ayat 216)

~* Jangan Bersedih.. Kerana Kelapangan Pasti Datang *~


Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Imam At-Tarmidzi disebutkan bahawa:


“Sebaik-baik ibadah adalah menunggu datangnya dari Allah (sambil bersabar tatkala tertimpa musibah).”


Firman Allah :


“…bukankah Subuh itu sudah dekat?” (Surah Hud: Ayat 81)


Bangkitlah segera, wahai orang-orang yang bersedih dan cemas. Sesungguhnya matahari telah terbit dan sambutlah kemenangan yang dianugerahkan oleh Yang Maha Memberi Kemenangan.


Pepatah Arab menyebutkan:


“ Jika seutas tali sudah sangat meregang, nescaya ia akan segera putus!”


Maksudnya:


Apabila sesuatu persoalan semakin rumit, maka tunggulah jalan keluarnya.


Allah berfirman:


“…barangsiapa yang bertakwa kepada Allah , nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (Surah Ath-Thalaq: Ayat 2)


“…dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah , nescaya Allah akan menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya. (Surah Ath-Thalaq: Ayat 4)


Pepatah lain menyebutkan:


Kepedihan akan selalu mendera pada saatnya nanti pasti akan pergi.


Pepatah lain berkata:


Begitu banyak banyak orang lega setelah putus asa mendera begitu banyak pula orang berbahagia setelah dia putus asa. Siapa pun yang berprasangka baik. Kepada pemilik ‘Arasy maka ia akan memetik buah manis di tepi sungai yang jernih.


Dalam sebuah hadith Qudsi disebutkan:


”Aku sesuai prasangka hambaKu terhadap diriKu, maka silakan dia berprasangka terhadap dirKu sesuai dengan kehendaknya.”


Allah berfirman:


“Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi tentang keimanan mereka dan telah meyakini bahawa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang kami kehendaki…” (Surah Yusuf: Ayat 110)


“Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. (Surah Al-Insyirah: Ayat 5-6)


Sebahagian mufassirin berkata – sebahagian daripada mereka menganggap perkataan ini sebagai hadith:


“Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.”


Allah berfirman:


“… barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.” (Surah Ath-Thalaq: Ayat 1)


“…ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Surah Al-Baqarah: Ayat 214)


“… sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Surah Al-A’raf: Ayat 56)


Dalam sebuah hadith shahih disebutkan:


“Ketahuilah, bahawa pertolongan itu bersama dengan kesabaran dan kelapangan itu selalu bersama kesulitan.”


Seorang penyair berkata:


Jika persoalan terasa semakin menyesakkan tunggulah datangnya kelegaan. Kerana sesuatu yang paling dekat dengan persoalan yang menyesakkan adalah kelegaan.


Penyair lain pula berkata:


Sungguh aku telah menahan diri setelah Ibnu ‘Anbas, sedangkan air mata semakin mendesak untuk tercurah. Kebahagiaan pasti tiba orang yang jahat pasti tercela segala keburukkan telah menimpa saatnya kelegaan menjelma.


Penyair yang lain mengatakan:


Banyak mata terbeliak sementara yang lain terpejam. Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada. Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu sebab kesedihanmu hanya akan membuatmu menjadi gila. Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan apa yang kau perlukan esok hari dan kau akan menjumpai kecukupan itu ketika kau menjalaninya.


Penyair lain pula mengatakan:


Biarkan segala sesuatu mengalir seirama takdir. Jangan sekali-kali kau tidur kecuali tetap waspada. Saat kau kerdipkan matamu kau akan tercengang ternyata Allah telah mengubah keadaan.


Renungan


  • Jangan bersedih! Kerana kesedihan itu akan membuat harta yang tersimpan di dalam gudang dan di istana-istana anda yang indah dan megah, dan di dalam kebun-kebun anda yang menghijau itu hanya akan menambahkan kesedihan, kedukaan dan keputusasaan anda sahaja.
  • Jangan bersedih! Sesungguhnya ubat-ubatan yang diberikan oleh doktor, dan ubat yang dijual di farmasi, dan pemeriksaan seorang doktor tidak banyak membantu diri anda. Apalagi bila anda masih menanamkan kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kelopak mata, membiarkan diri anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan menyusupkannya di bawah kulit, maka semua itu akan sia-sia.
  • Jangan bersedih! Kerana anda masih memiliki doa,anda bole bersimpuh di hadapan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon agar diberikan ketenangan. Anda juga masih memiliki waktu sepertiga akhir malam sebagai waktu mustajabah dan masih memiliki waktu untuk menyerahkan segalanya kepada Allah dalam sujud.
  • Jangan bersedih! Kerana Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya untuk anda,telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan permandangan indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah, rimbun dan taman-taman dengan tumbuh-tumbuhan yang indah untukmu, pohon-pohon kurma yang mempunyai mayang yang bersusun-susun dan menjulang tinggi, bintang-bintang yang bercahaya, hutan belantara dan sungai-sungai yang jernih mengalir. Mangapa anda masih bersedih?
  • Jangan bersedih! Kerana anda masih dapat meneguk air yang jernih, dapat menghirup udara yang segar, dapat berjalan di atas kedua kaki yang sihat, dan anda juga masih dapat tidur dengan nyenyak pada malam hari.

  • ~* Why Do Muslims Fast In Ramadan? *~

    What is Fasting (Sawm)? Sawm (Arabic: صوم) is an Arabic word for fasting regulated by Islamic jurisprudence. In the terminology of Islamic l...